Home » Documentation Centre » Artikel

  • Keterlibatan Aktor Bersenjata Non-negara dalam Membangun Negara dan Perdamaian: Pilihan dan Strategi

    Keterlibatan Aktor Bersenjata Non-negara dalam Membangun Negara dan Perdamaian: Pilihan dan Strategi

    Abstrak Aktor-aktor bersenjata dengan dramatis mendominasi lingkungan konflik kontemporer. Tingkat ketersebaran mereka, pengaruh dan dampak bagi politik internasional membuat perlunya membangun strategi untuk berinteraksi dengan mereka. Artikel ini membuat kontribusi dengan menilai strategi-strategi tertentu dan kesesuaian dan penerapannya berkaitan dengan aktor yang spesifik. Pertama, strategi tersebut menggambarkan pilihan-pilihan untuk berurusan dengan aktor-aktor bersenjata yang didasarkan pada tiga perspektif dari teori hubungan internasional: realis, institusionalis, dan konstruktivis. Kedua, strategi tersebut mencocokkan perspektif ini dengan kemampuan aktor internasional. Akhirnya, strategi tersebut menawarkan [...]

    Continue reading »

  • Bicara atau Tetap Diam Dalam Aksi Kemanusiaan

    Bicara atau Tetap Diam Dalam Aksi Kemanusiaan

    Pertanyaan apakah—dan jika demikian, sejauh mana—sebuah organisasi kemanusiaan harus mempublikasikan dan mengecam pelanggaran hukum humaniter internasional dan kesalahan lainnya, dan menyebut siapa saja yang bertanggung jawab atas semua itu—terutama bagi ICRC, seperti contoh yang diberikan oleh Michael Ignatieff di Hard Choices1 atau oleh Jonathan Benthall dalam program acara Disasters, Relief and the Media2. Ada alasan-alasan untuk ini, dan upaya yang harus dilakukan untuk menjelaskan alasan-alasan tersebut. Dari waktu ke waktu pernyataan publik atau pernyataan yang dipublikasi oleh ICRC juga mendominasi [...]

    Continue reading »

  • Tindakan ICRC dalam Aksi Pelanggaran HHI atau Aturan Fundamental Perlindungan Orang-orang dalam Aksi Kekerasan

    Tindakan ICRC dalam Aksi Pelanggaran HHI atau Aturan Fundamental Perlindungan Orang-orang dalam Aksi Kekerasan

    Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memiliki mandat untuk melaksanakan tugas-tugas yang diwajibkan menurut Konvensi Jenewa, khususnya untuk mempromosikan penerapan yang akurat dari hukum humaniter internasional dan untuk melindungi dan membantu korban sipil dan militer dalam konflik bersenjata –baik internasional maupun noninternasional— atau gangguan internal serta konsekuensi langsungnya. Dalam rangka melaksanakan mandatnya yang sulit itu dengan efektif dan sekonsisten mungkin, pada 1981 ICRC memakai pedoman yang menyangkut tindakannya dalam aksi kekerasan terhadap hukum humaniter internasional. Karena penting bila prosedur kerja ICRC [...]

    Continue reading »

  •  
  • Alasan-alasan Mengapa Kelompok Bersenjata Memilih Mematuhi atau Tidak Mematuhi Hukum Humaniter Internasional

    Alasan-alasan Mengapa Kelompok Bersenjata Memilih Mematuhi atau Tidak Mematuhi Hukum Humaniter Internasional

    Abstrak Keputusan untuk mematuhi hukum – atau tidak – tidak terjadi secara otomatis, terlepas hal itu dialami oleh kelompok bersenjata atau sebuah negara. Pematuhan terhadap hukum humaniter internasional (HHI) hanya dapat didukung, dan karena itu adanya perbaikan, jika alasan yang digunakan oleh kelompokkelompok bersenjata untuk memperlihatkan kepatuhan atau kurangnya kepatuhan bisa dipahami dan jika alasan yang mendukung pematuhan mempertimbangkan alasan-alasan tersebut. Di antara alasan untuk mematuhi hukum, ada dua pertimbangan yang sangat berat bagi kelompok-kelompok bersenjata: citra diri mereka dan [...]

    Continue reading »

  • Perang Asimetrikal dari Perspektif Hukum Kemanusiaan dan Aksi Kemanusiaan

    Perang Asimetrikal dari Perspektif Hukum Kemanusiaan dan Aksi Kemanusiaan

    Abstrak Pihak yang bertikai semakin tidak seimbang dan prinsip kesetaraan perang tidak berlaku untuk mereka. Asimetri dalam peperangan memiliki banyak konsekuensi. Pihak yang lemah secara militer tergoda untuk memperoleh bantuan dari metode yang melanggar hukum perang dalam rangka untuk mengatasi kekuatan musuh. Ekspektasi timbal balik sebagai motivasi dasar untuk mematuhi hukum seringkali bersifat ilusi dan digantikan dengan perilaku berkhianat; operasi rahasia menggantikan pertempuran terbuka, “peraturan khusus” dibuat untuk “situasi khusus”. Perang melawan terorisme internasional tampaknya merupakan lambang dari perang semacam [...]

    Continue reading »

  • Hak Asasi Manusia dan Penahanan Tanpa Batas Waktu

    Hak Asasi Manusia dan Penahanan Tanpa Batas Waktu

    Abstrak Hukum HAM internasional membenci lubang hitam hukum. Ini berlaku dimanapun disetiap negara yang melaksanakan yurisdiksinya, tidak hanya di masa damai tetapi juga selama konflik bersenjata, sebagai pujian terhadap hukum humaniter. Perampasan kebebasan tunduk pada kondisi tertentu, dan bahkan penahanan awalnya yang sah menjadi sewenang-wenang dan bertentangan dengan hukum jika tidak ditinjau secara berkala. Penahanan tanpa batas waktu tidak sesuai dengan Pasal 9 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik. Meski pengecualian sementara dari ketentuan ini diperbolehkan dalam Pasal 4 [...]

    Continue reading »

  •